the power of prayer

Semalam tidur begitu panjang. Sejak jam 21.40 WIB. Saat saya tidur, saya kehilangan separuh kemanusiaanku sebagai mahluk sosial. Karena tidak mungkin saat dalam tidur akan mengabdikan daya agar anfa’ linnas.
Orang yang tidur sebenarnya berada dalam kerugian. Kecuali yang meniatkan tidur untuk menyambung daya juang esok. Karena hanya sedikit saja kelebihan manusia selain kekurangan dan keterbatasannya. Sudah barang tentu seorang manusia tidak mampu mendayakan upaya tanpa henti.
Beruntunglah orang-orang yang dapat meniatkan tidurnya untuk esok yang lebih baik. Karena yang demikian itu menunjukkan bahwa ia tidak ingin sedetik pun sia-sia dari usianya. Semoga abadi manusia itu.
Ya Allah..
semoga Engkau memulyakan istirahatku semalam suntuk
walaupun sering kali aku lupa untuk mendoakan tidurku
walaupun begitu, Engkau membangunkanku saat nafilah-Mu tiba untuk tahajjud
namun Engkau pastilah tahu, seberapa banyak aku mendayakan diri pada nafilah-Mu
hitungan sujud dan ruku’ itu jaaaaaaaaaauh amat kecil dibandingkan rahmat dan cinta kasih-Mu, ya Allah…
ampunilah aku, ya Allah
semoga dalam keterpurukanku, Engkau tetap mengasihiku…
sehingga aku dapat memulai hari dengan lebih baik

bak shubuh yang Engkau turunkan…

Leave a Reply